Hendri Ismail
Hendri Ismail
Seorang Mahasiswa Sastra Indonesia yang Hobi Menulis dan Jalan-Jalan.
Apr 9, 2020 3 min read

Mengenal Jenis Paragraf dalam Bahasa Indonesia

Mengenal Jenis Paragraf dalam Bahasa Indonesia

Ada banyak sekali jenis-jenis paragraf yang harus ketahui. Paragraf sendiri adalah kumpulan dari beberapa kalimat yang merupakan satu kesatuan bahasan. Paragraf ini setidaknya terdiri dari minimal 3 kalimat.

Berikut ini jenis-jenis paragraf :

1. Paragraf Argumentasi

Sesuai dengan namanya paragraf argumentasi adalah paragraf yang berisi ide atau sebuah gagasan / opini seseorang. Paragraf ini harus disertai dengan adanya bukti nyata / konkret yang bisa memperkuat opini atau gagasan yang disampaikan. Jenis paragraf ini dibedakan menjadi dua yaitu pola pengembangan sebab akibat dan juga pola akibat sebab.

Contoh paragraf seperti ini adalah sebagai berikut :

“Masalah lingkungan memang tak bisa kita sepelekan. Ada banyak dampak negatif yang akan timbul apabila masalah lingkungan ini tak segera kita atasi. Menurut survey yang dilakukan oleh … hasilnya adalah sebagai berikut … dengan berbagai hasil penelitian ini kita harus lebih bisa menjaga kebersihan lingkungan”

Pada paragraf pertama dan terakhir, penulis menyatakan opininya. Dan opini tersebut telah diperkuat dengan fakta yang disampaikan di tengah paragraf.

2. Paragraf Deskripsi

Nomor dua adalah paragraf deskripsi. Paragraf deskripsi adalah sebuah paragraf yang menggambarkan sesuatu secara terperinci sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar atau merasakan sendiri apa yang sedang dibahas.

Contohnya :

“Bali adalah salah satu destinasi wisata yang paling diminati di Indonesia. Pulau Dewata ini memiliki keasrian lingkungan dan juga berbagai macam budaya unik yang mampu menarik perhatian para pengunjung. Bali…”

3. Paragraf Eksposisi

Jenis paragraf yang selanjutnya adalah paragraf eksposisi. Paragraf eksposisi adalah sebuah paragraf yang membahas sebuah masalah tertentu yang bertujuan agar para pembaca mampu memahami secara lebih jelas mengenai permasalahan yang tengah dibahas.

Ciri paragraf ini antara lain adalah sebagai berikut : bersifat non fiksi / ilmiah, berdasarkan fakta, tidak bermaksud memengaruhi pembaca dan juga bertujuan untuk menjelaskan suatu hal.

4. Paragraf Persuasif

Paragraf nomor 4 yang akan kita bahas selanjutnya adalah paragraf persuasif. Paragraf persuasif adalah paragraf yang bertujuan untuk meyakinkan para pembaca untuk melakukan sesuatu atau membeli jasa /produk yang ditawarkan. Bisanya penulisan paragraf ini menggunakan bahasa yang menarik yang semakin membuat pembaca terpengaruh.

Contoh paragraf ini bisa berupa iklan, brosur atau pun paragraf di dalam teks untuk keperluan kampanye.

5. Paragraf Naratif

Paragraf nomor 5 adalah paragraf naratif. Paragraf ini bertujuan untuk“menceritakan” suatu hal pada para pembacanya. Paragraf ini sering dipakai dalam penulisan cerita fiksi (Cerpen, Cerbung, Novel) maupun non fiksi (Sejarah, Biografi, Autobiografi, Cerita nyata bahkan Riwayat Perjalanan seseorang).

Contoh Paragraf naratif :

“Alea dan Lena bersahabat semenjak mereka masih menginjak kelas 2 SD. Sampai, sekarang pun bahkan saat mereka tengah menempuh semester 5 di Universitas. Mereka tetap menjadi sahabat yang tak terpisahkan. Alea selalu mengikuti Lena ke mana pun dan begitu juga sebaliknya. Mereka berbagi suka dan suka bersama.” (Naratif Fiksi).

Kesimpulan

Nah, itulah jenis-jenis paragraf yang harus kalian ketahui. Cara membedakan antara satu jenis paragraf dan paragraf lainnya sebenarnya cukup mudah yaitu dengan memilah tujuan penulisan paragraf tersebut.

  1. Paragraf Argumentasi : Mengemukakan pendapat
  2. Paragraf Eksposisi : Membahas sebuah masalah
  3. Paragraf Deskripsi : Menggambarkan sesuatu
  4. Paragraf Persuasif : membujuk
  5. Paragraf naratif : menceritakan sesuatu (kisah / peristiwa)