Hendri Ismail
Hendri Ismail
Seorang Mahasiswa Sastra Indonesia yang Hobi Menulis dan Jalan-Jalan.
Mar 5, 2020 3 min read

Perbedaan Daftar Pustaka dan Catatan Kaki (Footnote)

Perbedaan Daftar Pustaka dan Catatan Kaki (Footnote)

Daftar pustaka dan footnote atau catatan kaki pada dasarnya adalah dua hal yang hampir serupa namun berbeda. Jadi, kali ini kita akan membahas mengenai perbedaan antara daftar pustaka dan catatan kaki.

Pengertian Masing-masing

Daftar pustaka adalah kumpulan daftar / list referensi (Artikel, buku dan sumber ilmiah lainnya) yang digunakan dalam penyusunan sebuah karangan. Penulisan daftar pustaka ini sangat penting agar penulisnya bisa memeriksa kembali relevansi rujukan ataupun sumber tersebut dengan kesesuaian isi bahasan atau juga keakuratannya. Sementara itu, bagi pembaca dengan banyaknya referensi di daftar pustaka ini maka tentunya akan lebih menambah wawasan.

Catatan Kaki adalah merupakan sebuah teks yang biasanya terdapat di paling bawah halaman untuk memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai sumber, referensi, atau info tambahan pada sebuah kata / kalimat yang berada dalam halaman tersebut.

Unsur Pembangun

Perbedaan daftar pustaka dan catatan kaki bisa kamu tilik berdasarkan unsur yang ada di dalamnya. Berikut ini unsur daftar pustaka dan juga catatan kaki :

Daftar Pustaka :

Umumnya, sebuah daftar pustaka akan memuat hal berikut ini :

  1. Nama Pengarang : Nama pengarang dalam penulisan daftar pustaka ini dikutip secara lengkap.

  2. Judul Buku / sumber referensi.

  3. Data mengenai publikasinya seperti Nama penerbit, Tempat / Kota diterbitkannya, Tahun Penerbitan, Nomor cetakan, Nomor Jilid, dan juga Tebal halaman sebuah buku yang dijadikan referensi penulisan.

  4. Untuk kutipan yang berasal dari artikel, maka harus dicantumkan dengan jelas judul artikel, nama majalah, jilid nomor dan tahun penerbitan.

Unsur Catatan Kaki :

Catatan kaki memiliki unsur berupa keterangan pelengkap seperti nama, pengertian dan sebagainya. Biasanya kata yang diberikan footnote akan memiliki angka kecil di akhir kata tersebut.

Cara penulisan Catatan Kaki :

Untuk menulis catatan kaki yang baik dan benar setidaknya ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi, di antaranya adalah sebagai berikut :

a. Memisahkan catatan kaki dengan teks dengan sebuah garis sepanjang 14 karakter dan margin kiri dengan spasi 4 dari teks.

b. Spasi yang digunakan adalah 1.

c. Memberikan nomor dari setiap bab dan judul dalam penulisannya.

d. Memberi jarak yang sama antara catatan kaki yang satu dengan satunya lagi.

e. Penulisan nama pengarang seperti biasa. Tak perlu dibalik seperti pada daftar pustaka.

Fungsi

Perbedaan daftar pustaka dan catatan kaki yang selanjutnya adalah fungsi. Fungsi daftar pustaka dan footnote tentunya berbeda antara satu sama lain :

Fungsi Daftar Pustaka

a. Untuk mencantumkan atau menunjukkan sumber referensi dokumen.

Fungsi Catatan Kaki

a. Sebagai penunjuk sumber dalam teks.

b. Tempat memperluas bahasan yang tidak relevan apabila dicantumkan atau dicampurkan dalam teks.

c. Referensi silang.

d. Sebagai penghargaan terhadap karya yang dibuat oleh orang lain ( yang dikutip).

Contoh Penulisan

Berikut ini adalah beberapa contoh penulisan daftar pustaka :

Knight, Jhon F. 2001. Family Medical Care Volume 4. Bandung : Indonesia Publishing House.

Penulisan Catatan kaki, contohnya adalah sebagai berikut :

Mahmud Efendi, dkk. Bahasa dan Sastra Indonesia, (Solo : Citra Aji Pratama, 2008), hlm, 47.

Nah, itulah beberapa perbedaan daftar pustaka dan catatan kaki yang bisa kamu pelajari.